PERTANIAN


A.      TEMBAKAU
Pada musim kemarau pertanian didominasi leh tanaman tembakau yang berada hampir di seluruh sudut desa. Setiap warga menanam tembakau yang memang harga jualnya jauh lebih tinggi dibanding tanaman lain yang dapat tumbuh di daerah dengan cuaca terik seperti Terrak. Selain faktor cuaca, tanaman tembakau lebih mudah dirawat dibanding tanaman lainnya. Perawatannya hanya harus disirami setiap pagi dan sore hari. Penyiraman juga hanya menggunakan sedikit air karena karakter tanamannya yang memang merupakan tanaman musin kemarau.  
Tembakau yang telah dipanen akan dirajang terlebih dahulu untuk kemudian dijual ke tengkulak yang ada di kota. Harga pasaran tembakau kering yang telah dirajang tersebut yakni, Rp 40.000,- per kg-nya. 
Gambar Tembakau

B.       PADI
Tanaman jenis ini merupakan tanaman musimanyang dapat ditanam di Desa Terrak. Tanaman ini tumbuh pada tanah yang cukup menerima resapan air, sehingga tanaman padi pada Desa Terrak dapat diolah hanya pada musim hujan tiba. Dikarenakan jenis tranah yang kering inilah, pertaniann padi di Desa Terrak hanya dapat dilakukan dengan sistem tadah hujan. Terdapat beberapa waduk kecil yang biasa digunakan oleh warga guna memenuhi kebutuhan air irigasi. Pengairan tidak dapat dilakukan dengan cara pompa dikarenakan tidak adanya sumber mata air yang cukup.
Padi memiliki masa tanam 3 (tiga) bulan mulai dari pembibitan sampai masa panennya. Dalam rentang waktu tersebut tanaman ini haruslah disiangi secara berkala agar menghasilkan padi yang bagus. Selain itu pemupukan juga dibutuhkan secara berkala pula.
Sama seperti tembakau, hasil pertanian ini akan dijual kepada tengkulak yang ada di kota serta sebagian lainnya akan diknsumsi sendiri sebagai simpanan atas hasil pertanian tersebut.
Gambar Padi

C.      TERONG
Sayuran terong merupakan salah satu komoditas Desa Terrak. Hampir setiap sudut persawahan yang tidak ditanami tembakau akan ditanami terong. Namun, harga jual sayur ini tidak seberapa dengan usaha yang dilakukan petani. Satu bak besar terong dihargai sebesar Rp 15.000,-. Harga tersebut sangatlah murah dibandingkan harga jual di kota.
Sayuran ini hanya ditanam pada masa kemarau saja bersamaan dengan  penanaman tembakau. Hal tersebut dikarenakan terong juga merupakan tanaman yang membutuhkan sedikit air untuk tumbuh sehungga cocok ditanam ketika sedang tidak turun hujan.
Gambar Terong

D.      CABAI
Cabai merupakan komoditas yang bernilai tinggi. Cabai digemari oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Kegunaan cabai pun beragam seperti sebagai bahan dalam masakan. Sedangkan, hasil pertanian cabai yang ada di Desa Terrak lebih banyak dikonsumsi sendiri namun ada juga yang dijual ke luar desa.
Cabai dari Desa Terrak biasa dijual ke pasar yang ada di Bandaran dengan harga kisaran Rp 45.000,- per kilogram. 
Gambar Cabai

E.       SINGKONG
Singkong merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Terrak yang ditanam di pematang sawah sehingga tidak mengganggu tanaman lainnya. Singkong termasuk bahan pangan yang bernilai rendah dimana setiap kilogramnya hanya dihargai sebesar Rp. 2.000,-. Oleh karena itu, banyak warga yang memilih untuk mengkonsumsinya sendiri dibandingkan menjualnya. Singkng dapat dipanen ketika usia 3 bulan, namun hal tersebut tergantung musim. Ketika musim penghujan maka masa tanam menjadi lebih singkat sekitar 1 bulan. 
Gambar Singkong

F.       PISANG
Pohon serbaguna ini merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Pisang merupakan salah satu hasil perkebunan yang ada di Desa Terrak. Meskipun tidak sebanyak tumbuhan tembakau dan lainnya, pisang di Desa Terrak dapat juga menjadi sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat Desa Terrak.  Pohon pisang umunya ditanam di pematang sawah yang ada di desa terrak untuk mengisi sedikit lahan yang tidak ditanami.
Gambar Pisang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar